JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan adanya peningkatan aktivitas sejumlah gunung di Indonesia.
Tiga di antaranya adalah Gunung Slamet (Jawa Tengah), Gunung Merapi (Jawa Tengah, Yogyakarta) dan Gunung Bromo (Jawa Timur).
"Peningkatan aktivitas gunung api saat
ini yang hampir bersamaan di Gunung Slamet, Merapi dan Bromo tidak ada
kaitan satu sama lain," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu (30/4).
Sutopo juga mengungkapkan, dari 127
gunung api aktif di Indonesia saat ini 4 berstatus Siaga dan 20 status
Waspada. Peningkatan status dimaksudkan unt keselamatan penduduk.
"Empat gunung api status siaga adalah Gunung Slamet, Sinabung, Karangetang, dan Lokon," ujar Sutopo.
Sedangkan di Boyolali - Rabu (30/4)
kemarin, aktivitas Merapi terus berlangsung. Bahkan, suara dentuman dari
puncak gunung Merapi sepanjang pagi hingga siang hari terdengar
sebanyak tiga kali. Meski demikian tidak ada peningkatan aktivitas yang
berarti hingga pukul 12.00.
Petugas pos pemantau gunung Merapi di
Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Tri Mujiyanto, mengatakan pantauan dari
pukul 00.00 - 07.00, terdengar suara dentuman dua kali. Yang pertama
terjadi sekitar pukul 06.56 dan yang kedua sekitar pukul 07.30,” katanya
kepada wartawan.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya
mencatat sejumlah aktifitas Merapi, antara lain gempa tektonik sebanyak 4
kali, low frekwensi (LF) 10 kali. Sedangkan aktifitas lain masih belum
terdeteksi.
Bahkan hembusan asap sulfatara tidak
terlihat secara visual. Sekitar pukul 11.30, kembali terdengar suara
gemuruh atau dentuman dari puncak Merapi. Secara visual tidak terlihat,
karena Merapi tertutup kabut.
Pihaknya mengimbau kepada warga lereng Merapi untuk tetap tenang, namun waspada.
“Yang penting waspada dan tetap tenang.
Lakukan aktifitas seperti biasa. Kami segera menginformasikan kepada
warga jika terjadi peningkatan aktivitas,” tandasnya. Sumber : jpnn


Tidak ada komentar:
Posting Komentar